Sabtu, 20 September 2014

12 Sikap Mental Wirausaha

Apa modal utama bagi wirausahawan? ya betul sekali.. pengetahuan, ketrampilan, bakat dan kemauan. Namun mengapa banyak orang memiliki 4(empat) kriteria diatas dan gagal dalam wirausahanya? mereka kalah bersaing dan akhirnya mundur secara teratur.
Kunci sukses memenangkan persaingan di era globalisasi ini, selain 4 hal diatas adalah MENTAL. Hal ini juga berlaku di semua bidang kehidupan, seperti olahraga-seni-maupun politik.
Berapa banyak tim underdog memenangkan pertandingan melawan tim unggulan? semua itu karena MENTAL
Menurut Bob Bob Reiss penulis Bootsrap 101dan pembicara kewirausahaan di universitas Harvard Amerika. Ada 12 sikap mental yang harus dimiliki para wirausahawan. Dengan mempelajari 12 sikap mental ini, akan menempatkan Anda dalam pola pikir yang benar untuk mencapai keberhasilan kewirausahaan.
1. Memiliki gairah untuk bisnis Anda.
Bekerja harus menyenangkan. Semangat Anda akan membantu Anda mengatasi masalah pada masa-masa sulit. Selalu perbaruilah gairah Anda.
2. Menata diri menjadi orang yang dapat dipercaya.
Orang memiliki keyakinan pada orang yang dipercayainya dan ingin berbuat yang terbaik buat mereka. Hal yang sama juga berlaku bagi pelanggan. Jika mereka percaya pada Anda, apapun Anda dapatkan
3. Jadilah fleksibel, kecuali pada nilai-nilai inti.
Mengingat bahwa rencana dan strategi Anda akan berubah seiring waktu. Maka fleksibilitas merupakan hal pokok yang harus dimiliki para pengusaha. Namun, jangan kompromi jika melanggar nilai-nilai dasar. Meski tekanan begitu besar atau iming-iming keuntungan yang besar.
4. Jangan biarkan rasa ‘takut gagal’ menghambat Anda.
Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan peluang sukses. Perlu diketahui, pemodal lebih suka menginvestasikan uangnya pada orang yang mau mencoba dan gagal. Dari pada berinvestasi pada seseorang yang tidak pernah mencoba.
5. Membuat keputusan yang cepat dan tepat.
Gunakan intuisi Anda dan buat perencanaan serta berfikirlah dengan jernih. Segera ambil keputusan. Jangan terburu-buru namun jangan ditunda karena peluang akan meninggalkan Anda.
6. Aset terbesar perusahaan adalah Anda.
Jaga diri Anda baik-baik. Kesehatan Anda lebih berharga daripada mesin paling mahal atau perangkat canggih komputer. Anda tidak harus memilih antara kesehatan atau perusahaan Anda. Yang perlu Anda lakukan hanya menyeimbangkan kegiatan Anda. Uang bukan segala-galanya, kesehatan dan keluarga juga utama.
7. Kendalikan ego Anda.
Jangan melakukan sesuatu dengan maksud membuat orang lain terkesan pada diri Anda. Lakukan karena memang Anda harus melakukannya. Teguh pendirian diperlukan tapi ‘maunya sendiri’ bukan pilihan bijak.
8. Percayalah.
Anda harus percaya diri bahwa Anda akan berhasil. Keyakinan ini akan menular pada karyawan, mitra kerja dan setiap orang yang Anda hadapi. Termasuk pelanggan.
9. Menerima kritik dan mengakui jika salah.
Sampaikan pada karyawan, mitra kerja dan pelanggan Anda, bahwa Anda dengan senang hati menerima kritik jujur mereka. Kritik adalah pengamat paling teliti bagi usaha Anda dan gratis.
10. Pertahankan etos kerja yang kuat.
Etos kerja yang kuat menjadikan suasana kerja menjadi fokus dan nyaman. Ini juga akan membantu anda mengalahkan pesaing Anda terutama jika produk atau layanan Anda sangat mirip.
11. Segera bangkit dari kemunduran.
Pasti akan ada banyak pasang surut saat Anda membangun bisnis. Belajar dari kemunduran dan terus maju. Anda tidak dapat mengubah masa lalu. Namun Anda mampu membangun masa depan yang lebih baik.
12. Secara berkala keluar dari zona kenyamanan Anda untuk mengejar sesuatu yang penting.
Sering kali Anda merasa tidak nyaman jika menerapkan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam teknologi, menejemen, karyawan, rencana dll. Tetap terapkan dan biasakan diri Anda dengan hal-hal baru (yg tidak nyaman) untuk mencapai tujuan utama perusahaan.
Banyak wirausahawan terselamatkan dengan menerapkan 12 point diatas. Mungkin Anda perlu meluangkan waktu untuk mengevaluasi sikap mental Anda di perusahaan. Jadikan 12 point tsb sebagai acuan, semoga Anda segera mendapat inspirasi untuk menindak lanjuti kelemahan yang ada.
:diambil dari tulisan Bob Reiss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan posting komentar Anda, insya Allah berguna...